



Kabupaten Malang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi unggulan di Indonesia, khususnya Kopi Dampit yang telah menjadi komoditas ekspor. Untuk meningkatkan kualitas produksi, kesejahteraan petani, serta keberlanjutan sektor perkebunan kopi, IDH bekerja sama dengan PT Asal Jaya melaksanakan berbagai program pendampingan kepada petani kopi di wilayah Kabupaten Malang.
Sebagai bagian dari upaya memastikan efektivitas program, dilakukan kegiatan evaluasi proyek yang bertujuan untuk mengukur tingkat keberhasilan program, baik berdasarkan indikator kinerja utama (Key Performance Indicator/KPI) maupun dampak lain yang dihasilkan di luar target yang telah ditetapkan.
Pelaksanaan Evaluasi
Kegiatan evaluasi dilaksanakan pada periode Oktober hingga November 2020 di empat kecamatan di Kabupaten Malang, yaitu:
- Ampelgading
- Sumbermanjing Wetan
- Tirtoyudo
- Dampit
Keempat wilayah tersebut dikenal sebagai kawasan penghasil Kopi Dampit, salah satu produk kopi unggulan Kabupaten Malang yang telah dipasarkan hingga ke pasar internasional. PT Asal Jaya sendiri merupakan perusahaan eksportir kopi yang telah lama bermitra dengan para petani di kawasan tersebut.


Metode Pengumpulan Data
Untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai dampak program, evaluasi dilakukan melalui beberapa metode penelitian lapangan, antara lain:
1. Survei Rumah Tangga Petani
Tim melakukan survei kepada rumah tangga petani kopi menggunakan kuesioner terstruktur. Survei ini bertujuan mengumpulkan data mengenai kondisi sosial ekonomi petani, praktik budidaya, produktivitas, serta perubahan yang dirasakan setelah mengikuti program.
2. Wawancara Mendalam
Selain survei, dilakukan wawancara mendalam dengan berbagai informan kunci yang terlibat dalam pelaksanaan program, antara lain:
- Perwakilan PT Asal Jaya
- Pemerintah Kabupaten Malang
- Pengurus kelompok tani
- Pelaku usaha kopi di wilayah penelitian
Wawancara ini memberikan informasi yang lebih mendalam mengenai pelaksanaan program, tantangan yang dihadapi, serta manfaat yang dirasakan oleh para pemangku kepentingan.
3. Focus Group Discussion (FGD)

Diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD) juga dilaksanakan bersama petani dan pelaku usaha kopi. Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperoleh masukan secara langsung mengenai efektivitas program, peluang pengembangan, serta rekomendasi untuk perbaikan di masa mendatang.
4. Observasi Lapangan
Sebagai pelengkap data, tim PT RASA melakukan observasi langsung di lokasi penelitian untuk mendokumentasikan berbagai perubahan yang terjadi setelah adanya intervensi program. Observasi ini mencakup kondisi lahan, aktivitas petani, hingga perkembangan praktik budidaya kopi yang lebih baik.
Tujuan Evaluasi
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, evaluasi diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai keberhasilan program kerja sama antara IDH dan PT Asal Jaya, sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan strategi pengembangan sektor kopi yang lebih efektif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi petani maupun industri kopi di Kabupaten Malang.
Hasil evaluasi ini juga diharapkan mampu menjadi referensi bagi berbagai pihak dalam merancang program pemberdayaan petani yang lebih tepat sasaran serta mendukung peningkatan daya saing kopi Indonesia di pasar global.
