

Perencanaan program pembangunan yang efektif memerlukan data dasar yang akurat mengenai kondisi masyarakat sasaran. Melalui Baseline Study, berbagai informasi sosial, ekonomi, dan kelembagaan dapat dihimpun sebagai acuan dalam merancang sekaligus mengevaluasi keberhasilan suatu program.
Sebagai bagian dari implementasi Proyek Right to Food yang dikelola oleh OXFAM, dilaksanakan kegiatan Baseline Study di Pulau Lombok untuk memperoleh gambaran awal mengenai kondisi masyarakat serta berbagai faktor yang memengaruhi pemenuhan hak atas pangan.
Pelaksanaan Baseline Study
Kegiatan dilaksanakan pada periode Februari hingga Maret 2017 dan mencakup empat kabupaten di Pulau Lombok, yaitu:
- Lombok Barat
- Lombok Tengah
- Lombok Timur
- Lombok Utara
Pemilihan keempat wilayah tersebut bertujuan memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kondisi masyarakat di berbagai wilayah Pulau Lombok.
Tujuan Kegiatan
Baseline Study dilakukan untuk menyediakan data awal sebagai dasar pelaksanaan Proyek Right to Food. Informasi yang diperoleh menjadi acuan dalam merancang strategi program, menentukan prioritas intervensi, serta menjadi pembanding dalam evaluasi dampak program pada tahap berikutnya.
Melalui studi ini, berbagai aspek yang berkaitan dengan kondisi sosial masyarakat dan akses terhadap sumber daya dapat dipetakan secara lebih komprehensif.
Metode Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data yang akurat dan representatif, kegiatan menggunakan beberapa metode pengumpulan data, yaitu:
- Survei rumah tangga.
- Wawancara dengan pemangku kepentingan.
- Pengumpulan informasi kelembagaan pada tingkat daerah.
Kombinasi metode tersebut memungkinkan diperolehnya data kuantitatif mengenai kondisi masyarakat sekaligus informasi kualitatif mengenai kebijakan, tantangan, dan peluang yang berkembang di tingkat daerah.
Kolaborasi dengan Berbagai Instansi
Selain melakukan survei kepada masyarakat, tim penelitian juga melakukan wawancara dengan berbagai instansi pemerintah di setiap kabupaten sebagai bagian dari proses pengumpulan informasi.
Beberapa instansi yang terlibat antara lain:
- Badan Pertanahan Nasional (BPN).
- Dinas Koperasi dan UMKM.
- Dinas Perikanan dan Kelautan.
- Dinas Pertanian.
- Dinas Sosial.
- Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
- DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat.
















Keterlibatan berbagai lembaga tersebut memberikan perspektif yang lebih luas mengenai kondisi daerah, kebijakan yang telah berjalan, serta tantangan dalam mendukung pemenuhan hak atas pangan.
Pentingnya Baseline Study
Data dasar yang diperoleh melalui Baseline Study memiliki peran penting dalam memastikan bahwa setiap intervensi program disusun berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.
Selain menjadi dasar perencanaan, hasil studi juga dapat digunakan sebagai tolok ukur untuk menilai perubahan yang terjadi setelah program dilaksanakan, sehingga dampak program dapat diukur secara lebih objektif.
Penutup
Pelaksanaan Baseline Study Proyek Right to Food merupakan langkah awal dalam membangun program yang berbasis bukti (evidence-based development). Melalui pengumpulan data lapangan dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, studi ini diharapkan mampu mendukung penyusunan kebijakan dan program yang lebih tepat sasaran dalam meningkatkan ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat di Pulau Lombok.
