
Peningkatan kapasitas petani merupakan salah satu strategi penting dalam menciptakan sistem pertanian yang lebih produktif, berkelanjutan, dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Namun, keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang mengikuti kegiatan, melainkan juga dari sejauh mana pengetahuan yang diperoleh dapat dipahami, dipertahankan, dan diterapkan dalam praktik sehari-hari
Sebagai bagian dari implementasi SASCI+, dilakukan kegiatan Survei Penelusuran (Tracer Survey) untuk mengukur efektivitas program peningkatan kapasitas yang telah diberikan kepada para petani. Kegiatan ini dilaksanakan oleh PT RASA Consulting dengan pengawasan dari tim GIZ.
Peningkatan Kapasitas dalam Program SASCI+
Salah satu komponen utama dalam SASCI+ adalah penguatan kapasitas petani melalui berbagai kegiatan pelatihan dan pendampingan.
Materi yang diberikan mencakup dua aspek utama, yaitu:
- Praktik pertanian yang baik (Good Agricultural Practices).
- Penguatan kapasitas kelompok tani dan kelembagaan petani.
Melalui pelatihan tersebut, petani diharapkan mampu meningkatkan kemampuan teknis budidaya sekaligus memperkuat kerja sama dan pengelolaan kelompok.
Pentingnya Mengukur Transfer Pengetahuan
Pelatihan yang efektif tidak berhenti pada proses penyampaian materi. Informasi yang diberikan perlu dievaluasi untuk mengetahui apakah peserta benar-benar memahami materi yang disampaikan serta mampu menerapkannya di lapangan.
Oleh karena itu, survei penelusuran dilakukan untuk mengukur beberapa aspek penting, antara lain:
- Tingkat pemahaman peserta terhadap materi pelatihan.
- Retensi atau daya ingat peserta terhadap pengetahuan yang telah diberikan.
- Penerapan pengetahuan dalam praktik pertanian sehari-hari.
- Perubahan perilaku dan praktik yang terjadi setelah pelatihan.
Hasil evaluasi ini menjadi dasar untuk menilai efektivitas program sekaligus menyusun strategi peningkatan kapasitas yang lebih baik pada masa mendatang.
Pemanfaatan Teknologi dalam Pengumpulan Data
Dalam pelaksanaan survei, PT RASA Consulting menggunakan aplikasi survei digital yang memungkinkan proses pengumpulan data berlangsung lebih cepat, terstruktur, dan akurat.
Penggunaan teknologi digital membantu memastikan kualitas data yang diperoleh sekaligus memudahkan proses pemantauan oleh tim GIZ selama kegiatan berlangsung.
Wilayah Pelaksanaan Kegiatan




Survei dilaksanakan pada periode 30 November hingga 14 Desember 2024 di sejumlah kecamatan di wilayah Bandung Barat dan sekitarnya, yaitu:
- Arjasari
- Cimaung
- Pangalengan
- Ibun
- Pacet
- Pasirjambu
- Ciwidey
Wilayah-wilayah tersebut menjadi lokasi pelaksanaan program peningkatan kapasitas petani dalam kerangka SASCI+.
Manfaat Survei Penelusuran
Melalui survei ini, berbagai informasi penting dapat diperoleh mengenai efektivitas pelatihan yang telah diberikan kepada petani.
Data yang terkumpul membantu mengidentifikasi:
- Materi yang telah dipahami dengan baik oleh peserta.
- Kendala dalam penerapan praktik yang telah diajarkan.
- Kebutuhan pendampingan lanjutan.
- Peluang peningkatan kualitas program pelatihan.
Dengan demikian, program pengembangan kapasitas dapat terus disesuaikan dengan kebutuhan nyata para petani.
Penutup
Survei Penelusuran SASCI+ merupakan bagian penting dari proses evaluasi program peningkatan kapasitas petani. Melalui pengukuran transfer pengetahuan, retensi pembelajaran, dan penerapan praktik di lapangan, kegiatan ini memberikan gambaran mengenai dampak nyata pelatihan terhadap peserta.
Hasil survei diharapkan dapat menjadi dasar dalam memperkuat program pengembangan petani pada masa mendatang sehingga manfaat yang dihasilkan dapat lebih berkelanjutan dan memberikan kontribusi positif bagi sektor pertanian Indonesia.
